Jakarta, Beritakoperasi – Pemerintahan Prabowo Gibran menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Target pertumbuhan ini mungkin tercapai dalam empat tahun jika reformasi besar dilakukan.
Untuk mewujudkan cita-cita ini, pemerintah membentuk berbagai program, salah satunya dengan membangun 70.000 Koperasi Desa Merah Putih yang akan tersebar di seluruh Indonesia.
Koperasi ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai wadah yang mendukung pergerakan serta peningkatan ekonomi desa.
Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano menilai bahwa koperasi desa ini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Target besar pemerintah harus didukung oleh semua elemen termasuk masyarakat desa. Dengan hadirnya koperasi desa bisa mendukung dan berkontribusi nyata (terhadap pertumbuhan ekonomi),” kata Yakobus dalam keterangannya, Jumat (14/3/2025).
Menurutnya, koperasi desa bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Dengan adanya koperasi, masyarakat desa memiliki akses terhadap sumber daya dan pembiayaan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan pinjaman online atau rentenir yang selama ini banyak membebani mereka.
“Masyarakat desa harus memiliki rasa memiliki bahwa koperasi desa itu adalah sarana untuk mensejahterakan hidup bersama di desa, mengurangi kemiskinan, menghalau rentenir dan pinjaman online” ujarnya.
Kontribusi Koperasi Desa Merah Putih terhadap perekonomian nasional pun diharapkan Presiden Prabowo Subianto melalui pernyataan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi.
“Pak Presiden berharap koperasi bisa memberikan sumbangsih yang signifikan bagi perekonomian nasional. Saya harap Koperasi Desa Merah Putih ini bisa memunculkan gairah dan sumbangan yang signifikan dari koperasi untuk perekonomian daerah dan nasional,” kata Menkp dalam sambutannya pada acara Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi dengan tema ‘Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih’ di Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Sebelumnya, Menkop menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih sebagai solusi pemerintah atas rentenir dan pinjaman online di pedesaan.
“Jadi intinya gini, Bapak Presiden tadi sampaikan Koperasi Desa Merah Putih ini untuk memutus rentenir, tengkulak, pinjaman online yang menjerat dan menjadi sumber kemiskinan di desa-desa,” ucap Budi Arie usai menghadap Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (7/3/2025).
Budi menerangkan bahwa banyak warga desa yang kesulitan mengakses layanan perbankan sehingga terpaksa mencari pinjaman dari sumber yang kurang menguntungkan.
Dengan hadirnya Kopdes ini, masyarakat akan memiliki alternatif pembiayaan yang lebih aman.
“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, yang salah satu unitnya adalah unit simpan pinjam, masyarakat desa jauh lebih terbantu dari sisi pendanaan, dan juga tidak terjerat lingkaran setan kemiskinan. Karena utang-berutang, tumpuk, gali lubang, tutup lubang, itu kan tradisi yang juga mau dipangkas,” terangnya.
Selain melayani masyarakat desa dalam sektor simpan pinjam, Koperasi Desa Merah Putih juga akan berperan dalam menstabilkan harga pertanian dan menjadi penyalur pupuk subsidi.
Tidak hanya itu, koperasi ini juga diharapkan bisa menggerakan ekonomi lokal melalui potensi dan karakteristik ekonomi di wilayah masing-masing.
Dengan berbagai manfaat Koperasi Desa Merah Putih, Yakobus yakin program ini dapat menjadi wadah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat dengan leluasa menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai wadah untuk peningkatan kesejahteraan,” tuturnya. (IT/Beritakoperasi)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.