Beritakoperasi, Jakarta – Menjalankan kinerja bisnis dan organisasi tanpa program public relations atau kehumasan yang terpola tidak membuat bisnis akseleratif. Apalagi bisnis yang memerlukan opini publik yang baik. Di Indonesia saat ini baru koperasi-koperasi berskala besar yang peduli dengan kebutuhan public relation. Hasilnya koperasi yang menggarap program kehumasan yang baik tumbuh lebih cepat dan sangat akseleratif.

Perlu disadari bahwa public relations bukan sekedar pemberitaan tetapi merupakan program menyeluruh dengan menggunakan sumber daya organisasi agar program sosialisasi perusahaan dan produk bias tersampaikan kepada anggota dan masyarakat luas.

Pada case koperasi simpan pinjam, sudah harus diperoleh anggota baru yang berasal dari kesadaran untuk bergabung menjadi anggota koperasi bukan hanya melalui memberikan pinjaman atau pembiayaan tetapi masyarakat bergabung menjadi anggota koperasi karena program koperasi yang bagus.

Program koperasi yang bagus saja tanpa kehumasan yang baik tidak akan berjalan untuk dengan cepat meningkatkan reputasi koperasi di mata anggota dan stakeholder lainnya. Koperasi mau tidak mau harus mulai memberikan informasi mendalam kepada anggota dan masyarakat sebagai calon anggota agar koperasinya dipilih untuk bergabung dalam keanggotaan koperasi.

Baca juga:  Munas Dekopin 2025 jadi Momentum Rekonsiliasi dan Persatuan Koperasi di Indonesia

Semakin kuatnya dunia digital saat ini, maka media massa dan media social sangat besar peranannya untuk mengakselerasi kemajuan koperasi. Semakin modern koperasi mau tidak mau koperasi harus mulai menggarap program kehumasannya agar tidak kalah bersaing dengan koperasi lain atau dengan lembaga keuangan lainnya.

Pada case koperasi non simpan pinjam, seperti koperasi konsumen dan koperasi produsen program kehumasan yang baik akan mampu menguatkan koperasi pada ekosistem bisnis yang semakin kuat, mampu mendapatkan mitra kerja terpercaya dan semakin menguatkan trust pada koperasi.

Beritakoperasi menggelar Workshop Online : Merancang Program Kehumasan Koperasi Modern dengan pembicara Sularto Aras Hamka, praktisi nasional yang telah berhasil merancang kehumasan koperasi dan juga beberapa perusahaan termasuk BUMN. Sularto Aras Hamka berpengalaman membangun pondasi salah satu koperasi besar Indonesia dalam merancang program kehumasan yang mampu mengakselerasi pertumbuhan koperasi.

Sebelum menjadi Wakil Kepada Divisi Sekretariat Perusahaan di salah satu BUMN, Sularto Aras Hamka tercatat sebagai Manajer Humas, Litbang dan Kelembagaan Koperasi BMI Grup. Saat ini ia memegang berbagai sertifikat public relation salah satunya adalah Strategic Advisor Public Relation. Ia juga merupakan pembicara aktif dalam bidang public relation dan penulis buku.

Baca juga:  Menkop Budi Arie Targetkan Revisi UU Koperasi Rampung Maret 2025

Pada workshop ini akan dikupas tuntas teknik merancang public relation (PR) pada koperasi dengan langkah-langkah terstruktur. Pertama, analisis: melakukan audit untuk mengetahui isu-isu yang mungkin dihadapi dan persepsi anggota dan masyarakat tentang koperasi. Kedua, Menentukan tujuan dan sasaran komunikasi dengan menjabarkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai koperasi. Ketiga, menentukan target audiens dengan memahami siapa audiens target yang ingin dijangkau oleh koperasi. Keempat, menentukan anggaran yang sesuai dengan target dan kapasitas koperasi. Kelima, menentukan saluran komunikasi yang disukai audiens target koperasi. Keenam, menentukan sumber daya yang akan digunakan, seperti personel, dana, dan waktu. Ketujuh, memilih anggota tim yang memiliki skill yang dibutuhkan, seperti strategic skill, management skill, technical skill, dan creative skill.

Kedelapan, membuat konten yang menarik dan informatif, seperti press release, infografis, video, atau media social. Kesembilan, memantau opini masyarakat tentang koperasi dan produknya. Kesepuluh, mengevaluasi secara berkelanjutan upaya yang telah dilakukan secara terpadu berbagai program kehumasan.

Dengan program kehumasan yang terprogram, koperasi akan mampu mengelola citra dan reputasi koperasi di mata publik. Dengan PR yang baik, koperasi juga akan mampu mengatasi situasi krisis yang dapat mempengaruhi citra perusahaan.

Baca juga:  KemenKopUKM: Menghadapi Tantangan dan Peluang Transformasi Digital UMKM

Kegiatan akan dilaksanakan melalui link zoom pada hari Sabtu, 22 Maret 2025 dari pukul 10.00-15.00 WIB. Investasi peserta Rp 500.000,- untuk peserta di minimal 2 orang dari 1 koperasi Rp 350.000,-. Investasi dapat ditransfer melalui Bank Muamalat atas nama Koperasi Arasy Wukir Jaladri dengan nomor rekening 5410087061. (IT/Beritakoperasi)