Teten Masduki Dorong Koperasi Simpan Pinjam ke Sektor Produksi

Teten Masduki Dorong Koperasi Simpan Pinjam ke Sektor Produksi

BeritaKoperasi, Jakarta – Teten Masduki sebagai Menteri Koperasi dan UKM mendorong koperasi simpan pinjam spin-off untuk dapat masuk ke sektor produksi. Dengan adanya hal ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian rakyat.

“Kami sangat senang sekali menyaksikan Gerakan koperasi yang terus berkembang. Koperasi simpan pinjaam masuk ke sektor produksi. Kami sedang mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produksi,” kata Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (20/5/2021).

Hal ini ia katakan pada saat menghadiri penanaman perdana cabai daan tomat Koperasi Pintu Air Pertanian, di Maumere, Sikka, NTT.

“Saat ini, Koperasi  Simpan Pinjam perlu melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha. Dalam hal ini, spin off masuk ke sektor produksi menjadi salah satu pilihan,” Tambah Teten.

Menurut Teten, koperasi produksi dapat memenuhi kebutuhan anggota dengan membeli produksi sendiri. Disamping itu, hal ini juga dapat berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja. Pada kesempatan tersebut Teten juga menyampaikan saat ini, koperasi harus masuk ke sektor produksi karena selain memenuhi kebutuhan anggota, tidak harus membeli produk dari luar dan dapat menikmati hasilnya, juga dapat menciptakan lapangan kerja,” paparnya.

Oleh karena itu, Kemenkop UKM mendorong koperasi-koperasi tersebut untuk masuk ke sektor produksi sehingga dapat memperkuat perekonommian rakyat.

“kita masih banyak produksi pangan yang harus diimpor, mulai dari garam, kedelai, jagung, beras. Jika bisa diperkuat koperasi masuk di sektor produksi, ini akan menjadi kekuatan ekonomi rekyat yang sangat kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menjelaskan Kopdit Pintu Air mendukung pemerintah dengan melakukan spin off. Koperasi yang diharapkan dapat diperluas menjadi koperasi sektor produksi dengan membentuk swalyan dan bergera di sektor pertanian. Sikka Romanus juga menambahkan Kopdit Pintu Air juga sedang mengembangkan swalayan tekonologi yang dapat dikontrol melalui smartphone.

“Usaha sepert ini untuk kesejahteraan anggota. Memanfaatkan lahan yang sebelumnya tumbuh menjadi lahan pertanian dengan sentuhan teknologi seperti yang dikembangkan di negara-negara maju,” Pungkasnya.

Sumber: Detik.com

(Hirdan/BeritaKoperasi)