Sukoharjo, Beritakoperasi – Ratusan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) memanfaatkan saldo iuran koperasi di Toko Koperasi Karyawan PT Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan menukarkannya menjadi sembako dan barang kebutuhan sehari-hari. 

Perilaku ini terjadi karena pencairan dana simpanan koperasi hingga kini belum memiliki kepastian.

Melansir dari Kompas.com, Rabu (5/3/2025) rata-rata eks karyawan Sritex memanfaatkan saldo tersebut untuk mendapatkan sembako dan barang kebutuhan pokok lainnya.

Menurut aturan koperasi, saldo iuran hanya bisa dicairkan saat karyawan resmi mengundurkan diri.

Salah satu mantan karyawan, Lina, mengaku bantuan tersebut cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga ia mendapatkan pekerjaan baru.

“Datang ke koperasi nanti tunjukin idcard kita ke petugas. Nanti dari petugas dicek saldonya berapa, lalu dikasih hitungan, yang buat belanja kurang lebih sebesar Rp 400 ribu, bisa berwujud apa saja. (Ngambil barang berupa) sembako, kebutuhan rumah tangga kebanyakan,” kata Lina.

Sebelumnya, PT Sritex, perusahaan tekstil terbesar di Indonesia, mengalami krisis keuangan yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap lebih dari 10.000 karyawan.

Baca juga:  Harapan Kambara: Mendorong Partisipasi Koperasi di Semua Sektor Usaha

Penutupan operasional perusahaan ini diumumkan pada 1 Maret 2025, setelah Sritex mengalami kesulitan finansial akibat penurunan permintaan dan tekanan ekonomi global.

Setelah Sritex dinyatakan pailit pada 28 Februari 2025, perusahaan menawarkan opsi pengambilan saldo koperasi dengan sistem penukaran barang.

Dalam penukaran barang, ditetapkan aturan bahwa mantan karyawan hanya diperbolehkan menukarkan saldo dengan barang senilai maksimal Rp 400.000, sementara sisanya akan ditransfer setelah proses lelang aset selesai.

Kepala Toko Koperasi Karyawan Sritex, Roni, membenarkan bahwa kebijakan ini sudah diterapkan sejak Jumat (28/2/2025) sore, tepat setelah karyawan mendapatkan pengumuman PHK akibat pailitnya Sritex.

“Iya, efek dari Sritex tutup itu. Tutupnya kan Jumat. Pengambilan ya sudah berlangsung sejak sore itu,” kata Rono

Ia menambahkan bahwa sekitar 500 mantan karyawan telah menggunakan saldo koperasi mereka untuk membeli sembako dan keperluan rumah tangga lainnya.

“Teman-teman kan punya simpanan di koperasi mas, jadi simpanan mereka diambil berupa barang. (Saldonya) masih ada, kan dicek dulu, biasanya saldo rata-rata misal punya saldo Rp 1 juta diambil barang Rp 400 ribu, jadi nanti yang Rp 600 ribu dicairkan,” jelas Roni, dikutip dari Kompas TV.

Baca juga:  Kopsyah Arasy Wukir Jaladri : 5 Tips Mengembangkan Bisnis Online

Kini, barang-barang di koperasi hampir habis, dan hanya tersisa barang-barang yang masih dipajang.

“Sudah hanya yang di display aja, yang lain sudah diambil semua. Kami tinggal ngabisin stok,” tutupnya. (IT/Beritakoperasi)