PKKM Darurat, OJK Optimalkan Layanan Digital

PKKM Darurat, OJK Optimalkan Layanan Digital

Berita Koperasi, Jakarta – Otoritas Jasa keuangan menyatakan mendukung keputusan pemerintah atas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) daruruat di jawa dan bali pada 3-20 Juli 2021.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo mengatakan bahwa walaupun dalam keadaan pembatasan seperti ini pengawasan dan pemeriksaan sektor jasa keuangan, juga pemberian layanan terhadap masayarakat melalui sistem layanan informasi keuangan (SLIK) serta pengaduan konsumen OJK 157 dipastikan berjalan secara normal.

“Tugas  pengawasan  OJK kepada industri jasa keuangan akan memaksimalkan proses Analisa, dan pemeriksaaan memanfaatkan sistem teknologi informasi, sert pembinaan dan sosialisasi melalui dari serta surat menyurat (E-mail),” Kata Anto dalam rilis tertulis (1/7).

Selain itu, Ojk mendorong agar pelaku sektor jasa keuangan di perbankan, industri keuangan non-bank, serta pasar modal mematuhi penerapan PPKM darurat ini.

Ia menegaskan bahwa seluruh Lembaga jasa keuanagn akan tetap beroperasi secara terbatas dengan penerapan protocol Kesehatan yang ketat, seperti menjaga jarak, memakai masker, memaksimalkan layanan digital, dan menjalankan hidup sehat.

“Termasuk penyediaan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dioperasikan dengan menjaga kebersihan melalui disinfektan secara berkala,”Ujarnya.

Selanjutnya, terkait operasional kantor dan pelaksanaan sistem berkerja dari rumah akan diatur oleh masing-masing Lembaga jasa keuangan, self-regulatory organization di pasar modal, dan Lembaga penunjang profesi pada industri jasa keuangan.

Dalam praktiknya, OJK menyatakan akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kepolisian di Jawa-Bali guna memastikan kelancaran opersional Lembaga jasa keuangan.

Anto juga menambahkan, OJK akan melanjutkan kegiatan vaksinasi massal yang dimulai sejak juni lalu hingga seluruh Indonesia. Bulan ini vaksinasi industri jasa keuanagn itu ditargetkan menyasar 335 ribu jiwa.

“Partisipasi vaksinasi dalam mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi penduduk,” Tambah Anto.