Jakarta, Beritakoperasi – Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi layanan terpadu satu pintu (OSS) yang mencakup berbagai fasilitas.
Koperasi ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga akan memiliki berbagai fasilitas yang mendukung perekonomian desa.
“Di Koperasi Desa Merah Putih nanti ada enam outlet: 1. Outlet gudang; 2. Cold storage; 3. Kantor koperasi; 4. Apotek desa; 5. Klinik desa; 6. Unit simpan pinjam desa. Nanti skemanya apa masih dihitung. Setiap desa kondisinya beda-beda, karena dari pemetaan sekarang ini ada desa pertanian, desa perikanan, dan desa/kelurahan yang sudah agak kota,” kata Menteri Koperasi saat jumpa pers selepas menghadap Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Pemerintah memperkirakan satu kawasan Kopdes Merah Putih membutuhkan investasi hingga Rp5 miliar.
“Rp5 miliar itu ada komponennya. Ada bangun gudangnya. Ada bangun cold storage-nya. Ada bangun gerainya, terus ada truk, paling enggak ada 2 truk. Truk dan bengkel. Jadi, setiap desa punya 2 truk. Truk desa itu buat angkut barang hasil desa, termasuk juga membawa barang-barang ke desa. Satu koperasi Rp5 miliar,” kata Budi Arie
Terkait skema pembiayaan, pemerintah masih menggodok mekanisme yang tepat agar koperasi ini bisa berjalan optimal.
“Skema-skema pembiayaan nanti di detailkan. Tetapi, prinsip-prinsip ini dulu, prinsip-prinsip pembentukan Koperasi Desa Merah Putih itu. Nanti, yang detail-detail, biayanya, skema pembiayaannya, nanti berikutnya kami akan rumuskan, diskusikan, rapatkan selanjutnya,” ucap Budi Arie.
Untuk desain pembangunan Kopdes Merah Putih akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.
Budi menjelaskan bahwa sekitar 85 persen desa di Indonesia merupakan desa berbasis pertanian, sementara 15 persen lainnya adalah desa agro-maritim atau memiliki potensi perikanan.
Selain itu, terdapat pula kategori “desa agak kota”, yakni desa yang memiliki karakteristik mirip dengan perkotaan tetapi masih berstatus desa.
Nantinya, setiap desa akan memiliki skema pengembangan koperasi yang berbeda, sesuai dengan potensi ekonomi setempat.
Beberapa kementerian yang terlibat dalam program Koperasi Desa itu mencakup Kementerian Koperasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Desa.
Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat pagi, memanggil beberapa menterinya, yaitu Menkop Budi Arie dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membahas tindak lanjut rencana pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.
Di lokasi yang sama, Jumat siang, Presiden juga memanggil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Rosan P. Roeslani, dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas Danantara. (IT/Beritakoperasi)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.