Kolaborasi Tokoh Unsoed, Wonogiri, Banyumas, Tasikmalaya dan Sumatera Dalam Melahirkan Koperasi Arbangin Wukir Jalanidhi

Koperasi Arbain Wukir Jalanidhi (Koperasi AWJ)  merupakan terobosan yang dibuat oleh tokoh-tokoh Unsoed antara lain Haiban Hadjid, Tedy Dirhamsyah dan Ilham Nasai yang berkolaborasi dengan tokoh dari Wonogiri. Secara historis Koperasi AWJ adalah terobosan penting dari sinergi tokoh Indonesia. Berlatar belakang pengusaha yang peduli terhadap pemberdayaan para tokoh bersatu dengan salah satu tokoh Koperasi Nasional yang juga mantan Ketua Kopindo, Ilham Nasai.

Kolaborasi Tokoh Unsoed, Wonogiri, Banyumas, Tasikmalaya dan Sumatera Dalam Melahirkan Koperasi Arbangin Wukir Jalanidhi

 

 

Beritakoperasi, Jakarta – Koperasi Arbain Wukir Jalanidhi (Koperasi AWJ)  merupakan terobosan yang dibuat oleh tokoh-tokoh Unsoed antara lain Haiban Hadjid, Tedy Dirhamsyah dan Ilham Nasai yang berkolaborasi dengan tokoh dari Wonogiri. Secara historis Koperasi AWJ adalah terobosan penting dari sinergi tokoh Indonesia. Berlatar belakang pengusaha yang peduli terhadap pemberdayaan para tokoh bersatu dengan salah satu tokoh Koperasi Nasional yang juga mantan Ketua Kopindo, Ilham Nasai.

 

Tonton Inspirasi Bisnis Bob Sadino : https://www.youtube.com/watch?v=oD5dIiXdpTE&t=26s

 

Uniknya Koperasi AWJ tidak menyebut pusat aktifitas koperasi sebagai kantor tetapi dengan istilah Rumah Pemberdayaan. Adapun saat ini rumah pemberdayaan pusat berada di Depok dengan alamat Perumahan Kav UI Timur,  Jl. Kav. UI Timur Raya Blok L 2, RT.08 RW. O2 Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat.

 

Arbangin ini diartikan sebagai istilah serapan dari kata Arbain. Makna "arba’in" atau "arba’un" adalah melaksanakan shalat 40 waktu tanpa terputus berjamaah di Masjid Nabawi. Dalam hal ini arti arbain dikaitkan dengan usia para pendiri yang berada pada sekitar usia 40-an. Lalu dikembangkan angka 40 sebagai makna yang luas. Sumber daya akan datang dari 40 penjuru. Kemudahan akan datang dari 40 penjuru. Inilah makna Arbangin yang pada akhirnya istilah ini dikembalikan menjadi Arbain atas saran Dr Marjuki Al Jawiy yang merupakan Ketua Pengawas Syariah.

 

Istilah Wukir diambil dari bahasa Jawa yang artinya adalah gunung. Gunung memiliki makna tinggi dan besar. Sehingga koperasi ini diharapkan mampu membuat semakin tinggi kemakmuran para anggotanya dan membuat semakin besar manfaat yang diberikan baik kepada anggota, masyarakat maupun perekonomian bangsa ini.

 

Jalanidhi artinya adalah samudera atau lautan. Makna dari istilah ini adalah bahwa Koperasi AWJ didirikan seluas-seluas untuk seluruh masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi inklusifitas tanpa memandang suku, agama, ras dan antara golongan. Koperasi secara luas bercita – cita memberikan kemakmuran kepada semua anak bangsa tanpa terkecuali.

 

Apa Itu Koperasi AWJ : https://www.youtube.com/watch?v=kEcViXgDnRQ

Setelah pertemuan 8 tokoh yakni Ocko Sunarko Prawirodiredjo, SH, MH (Asal Wonogiri); Darul Mahbar,SE (Asal Lubuk Lingga);Ir. Haiban Hadjid (Asal Banyumas dan Alumni Unsoed); Sukatno, S,Ikom, M.Si (asal Wonogiri); Dr Tedy Dirhamsyah (Asal Tasikmalaya dan Alumni Unsoed); Dr Marjuki Aljawiy (Asal Wonogiri);  Laman Utomo, SE, MM (Asal Wonogiri); dan Ilham Nasai, S.Sos (Asal Banyumas). Pertemuan yang mengundang Ketua Umum Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI), Sularto dilangsungkan pada pukul 19.45 WIB melalui Zoom Meeting pada hari Sabtu, 21 Agustus 2021. Saat itulah disepakati bahwa didirikan Koperasi Syariah Arbain Wukir Jalanidhi yang akan mengembangkan diri ke seluruh Indonesia di bawah konsultasi AMKI.

 

Penandatangan akta Koperasi Syariah Arbain Wukir Jalanidhi berlangsung di Pusat Perkantoran C99 Business Park, Jl Bina Marga No. 25 RT 08 RW 03, Ceger, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur di salah satu kantor pendiri koperasi yakni Ir. Haiban Hadjid, yang merupakan pengusaha asal Banyumas dan Ketua Alumi Unsoed 2011-2015 dan 2016-2019. Akta ini ditandatangi oleh Notaris Maryanti dengan nomor akta.

 

Koperasi Arbangin dibangun melalui pendekatan budaya Indonesia yang berakar dari masuknya Islam ke Jawa sehingga nuansa Arbain Wukir Jalanidhi memberikan makna yang kuat, Koperasi AWJ haruslah mengakar sampai ke seluruh Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai syariah yang benar.

 

VISI

Mewujudkan kemakmuran anggota dan masyarakat melalui penerapan prinsip syariah melalui Koperasi Syariah yang dikelola profesional sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian bangsa.

MISI

  1. Mendukung pengembangan dakwah muamalah dan mendorong bermumalah sesuai Syari'ah melalui koperasi syariah.
  2. Mengelola koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah secara modern dan menjunjung tinggi good cooperative governance (GCG) sesuai dengan prinsip dan jatidiri koperasi Indonesia.
  3. Memberikan layanan bagi anggota dan masyarakat terkait dengan sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi syariah.
  4. Meningkatkan kemakmuran anggota bukan hanya soal ekonomi tetapi juga pendidikan, kesehatan dan spiritualnya.
  5. Meningkatkan kerjasama kelembagaan dalam ekosistem koperasi baik dalam dan luar negeri.

 

Motto : berdaya dan makmur bersama

 

Mau daftar koperasi awj : http://Pendaftaran Anggota Koperasi Arbain Wukir Jalanidhi : https://forms.gle/i4wZEAXbM2pzDZ3M7

 

Profil Pendiri :

  1. Ocko Sunarko Prawirodiredjo, SH, MH (Asal Wonogiri);
  2. Darul Mahbar,SE (Asal Lubuk Lingga);
  3. Ir. Haiban Hadjid (Asal Banyumas dan Alumni Unsoed);
  4. Sukatno, S,Ikom, M.Si (asal Wonogiri);
  5. Dr Tedy Dirhamsyah (Asal Tasikmalaya dan Alumni Unsoed);
  6. Dr Marjuki Aljawiy (Asal Wonogiri); 
  7. Laman Utomo, SE, MM (Asal Wonogiri);
  8. Ilham Nasai, S.Sos (Asal Banyumas).

 

Dengan konsultan Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI).  

 

 

Prosedur Menjadi Anggota Koperasi AWJ

Tonton mudahnya menjadi anggota AWJ : https://studio.youtube.com/video/LKfAcw05Hus/edit

Koperasi AWJ menekankan pada pemahaman berkoperasi untuk berdaya dan makmur bersama. Oleh karena pemahaman inilah ada 4 langkah untuk menjadi anggota Koperasi AWJ. Empat langkah :

  1. Pendidikan Perkoperasian

Sebelum masuk menjadi anggota koperasi sebelumnya diadakan pendidikan melalui kegiatan offline dan online. Pendidikan bisa dilakukan baik secara bersama-sama ataupun individual. Pada pendidikan bersama-sama dapat dilakukan pada komunitas, organisasi, kelompok atau paguyuban  atau struktur pemerintahan baik itu kecamatan atau desa bahkan pada tingkat RT dan RW. Pendidikan dilakukan untuk memperkenalkan visi dan misi berkoperasi serta aktifitas Koperasi AWJ. Pendidikan juga dilakukan agar partisipasi anggota semakin kuat. Pendidikan perkoperasian dilakukan juga melalui kerjasama dengan portal beritakoperasi.com, melalui chanel youtube AWJ TV, facebook awj aja dan IG @awj_aja.

  1. Pendaftaran Anggota Secara Administratif
    1. Mengisi formulir pendaftaran anggota.
    2. Menyerahkan fotocopy KTP yang masih berlaku.
    3. Menyetorkan Simpanan Pokok (SP) sebesar Rp 25.000,00
    4. Menyetorkan Simpanan Wajib  (SW) sebesar Rp 15.000,00. SW tidak dibayarkan bulanan tetapi dibayarkan saat anggota mendapatkan pembiayaan atau pinjaman. SW untuk anggota yang mendapatkan pembiayaan/pinjaman ditetapkan sebesar 2,5% yang pembayarannya bisa saat bersamaan dengan akad atau dicicil berdasarkan jangka waktu pembiayaan.
    5. Menyetorkan biaya administrasi sebesar Rp 10.000,00

 

  1. Latihan Partisipasi dan Partisipasi

Latihan partisipasi maksudnya adalah melatih anggota untuk berpartisipasi dalam menyimpan atau berdonasi melalui Zakat, Infak, dan Wakaf. Disebut latihan berpartisipasi jika anggota yang bersangkutan membuka salah satu produk simpanan antara lain : Membuka Simpanan Harapan, Simpanan Kurban, Simpanan Umroh/Haji, Simpanan Cendikia maupun Simpanan Wisata. Latihan partisipasi juga bisa dilakukan dengan berdonasi melalui zakat mall, infak dan wakaf.

Anggota juga bisa langsung berpartisipasi dengan menyimpan pada SIMKA atau Simpanan Berjangka yang dikelola dengan akad mudharobah dengan bagi hasil 50:50 dan insyallah setara dengan 12% pertahun.

  1. Pengelolaan dan Pemberdayaan 

Pengelolaan dan pemberdayaan maksudnya adalah bahwa di Koperasi AWJ setelah menjadi anggota koperasi, anggota harus semakin baik penghiduannya. Baik secara bisnis maupun secara spiritual. Oleh karena itu setiap anggota koperasi akan mendapat satu konselor di bawah bimbingan konsultan bisnis dan ustadz yang bisa dilakukan baik melalui sistem pertemuan langsung maupun via online.

 

manfaat Menjadi Anggota Koperasi AWJ

  1. Mendapatkan pembinaan dalam bisnis dan spiritual dengan adanya satu konselor bisnis dan spiritual.
  2. Memperbesar pasar bagi anggota yang sudah memiliki usaha
  3. Terbebas dari transaksi RIBA, GHARAR, dan DZALIM
  4. Bisa mengajukan pembelian barang non tunai
  5. Mendapatkan BAGI HASIL dari investasi mudharabah
  6. Mendapatkan pembagian SISA HASIL USAHA (SHU)
  7. Ta’awun alal birr wa taqwa

hak Anggota :

  1. Menghadiri, menyatakan pendapat, dan memberikan suara dalam Rapat Anggota maupun di luar Rapat Anggota; Aturan Rapat Anggota terdapat di AD dan ART
  2. Memilih dan/atau dipilih menjadi Pengawas atau Pengurus sesuai persyaratan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar; Aturan Terdapat di AD dan ART
  3. Mendapat pelayanan kegiatan usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan yang telah disediakan oleh Koperasi;
  4. Mendapat keterangan mengenai perkembangan Koperasi sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;
  5. Mendapatkan bagian dari Sisa Hasil Usaha Koperasi sebanding dengan simpanan wajib di Koperasi;

 

Kewajiban Anggota :

  1. Mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, peraturan lainnya dan keputusan Rapat Anggota;
  2. Menghadiri Rapat Anggota;
  3. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Koperasi;
  4. Turut mengawasi pengelolaan organisasi dan usaha Koperasi;
  5. Melunasi setoran pokok dan membayar simpanan wajib secara rutin yang besaran dan tata caranya ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga

 

 

 

AWJ Mobile

AWJ Mobile adalah pengembangan sistem digital pada Koperasi AWJ di mana setiap anggota mampu mengakses simpanan dan transaksi melalui penggunaan handphone. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena sesuai dengan jamannya, Koperasi AWJ harus tumbuh beriringan dengan perkembangan jaman.

Anggota dapat membayarkan angsuran melalui AWJ Mobile serta dapat berinfak atau berwakaf melalui AWJ Mobile ke rekening khusus AWJ.

 

Produk-Produk Layanan Koperasi AWJ :

  1. Simpanan
  1. Simpanan Harapan

Menyimpan memang harus menjadi budaya, oleh karena itu setiap anggota koperasi harus membuka simpanan harapan dengan Rp 50.000,00 minimal. Simpanan harus menjadi budaya oleh karena itu anggota harus menyisihkan minimal Rp 10.000,00 agar memiliki simpanan di koperasi. Dimulai dengan menyimpan miminal Rp 10.000,00 per minggu maka akan terbentu kedisiplinan anggota dalam menyimpan.  Kepada anggota akan diberikan buku Tabungan dan AWJ Mobile. Simpanan pertama minimal Rp 50.000,00, berikutnya minimal Rp 1.000,00.  Setiap anggota wajib memiliki saldo simpanan sukarela sebesar 2X nilai angsuran pembiayaan terakhir (disetorkan pada saat pencairan). Nilai bagi hasil sebagai jasa wadiah (setara 8 % pertahun). Tidak dikenakan biaya administrasi bulanan. Akad yang digunakan adalah mudharabah. Manfaat simpanan Haraoan bagi Anggota : Membayar angsuran bilamana sedang tidak memiliki uang; Kebutuhan jangka panjang (keperluan lebaran, bersalin, dll); Keperluan mendadak (anak sakit, menjenguk saudara, dll) dan transaksi melalui AWJ Mobile untuk keperluan PPOB.

 

  1. Simpanan Kurban

Simpanan bagi anggota yang berniat kurban. Akad Mudharabah dengan proyeksi bagi hasil setara kurang lebih 10 % pertahun.

  1. Simpanan Umroh/Haji

Simpanan bagi anggota yang berniat Umroh dan Haji. Akad Mudharabah dengan proyeksi bagi hasil  setara kurang lebih 10 % pertahun.

  1. Simpanan Pendidikan

Simpanan berencana bagi anggota yang berniat ingin menyekolahkan anaknya di masa  datang. Akad Mudharabah dengan proyeksi bagi hasil  setara kurang lebih 10 % pertahun.

No

Setoran Rutin

Periode

Total Setoran

Proyeksi Bagi Hasil

Nilai Akhir Simpanan

1

200.000

60

12.000.000

3.613.757

15. 613.757

2

300.000

60

18.000.000

5.420.635

23. 420.635

3

500.000

60

30.000.000

9.034.392

39. 034.392

 

 

 

 

 

 

4

50.000

250

12.500.000

3.613.575

16. 113.575

5

75.000

250

18.750.000

5.420.635

24. 420.635

6

125.000

250

31.250.000

9.034.392

40. 284.392

 

  1. Simpanan Hari Tua

Simpanan berencana bagi anggota yang berniat ingin menyekolahkan anaknya di masa  datang. Akad Mudharabah dengan proyeksi bagi hasil  setara kurang lebih 10 % pertahun

Setoran Perbulan

Lama Menyimpan

5 tahun

15 Tahun

20 Tahun

100.000

7.743.707

41.447.035

75.936.884

500.000

38.718.536

207.235.173

379.684.418

1.000.000

77.437.072

414.470.346

759.368.836

.

  1. SIMKA (Simpanan Berjangka/Deposito)

Simpanan berjangka dengan nisbah bagi hasil 50% dengan akad mudharabah.

No

Nominal

Nisbah (%)

(Anggota : AWJ)

Proyeksi Bagi Hasil Per Bulan

1

10.000.000

50 : 50

100.000

2

100.000.000

50 : 50

1.000.000

3

300.000.000

50 : 50

3.000.000

4

500.000.000

50 : 50

5.000.000

 

 

  1. Pinjaman dan Pembiayaan
    1. Pinjaman Sosial ( Qordh)
    2. Pembiayaan dijelaskan sebagai berikut :

Pembiayaan produktif diperuntukkan bagi anggota yang ingin mengembangkan dan memulai usaha baru sebagai upaya penambahan modal kerja. Pelunasan pembiayaan dicicil secara mingguan atau sesuai dengan jenis bisnis yang dilakukan baik dalam kegiatan kelompok atau di bawah bimbingan konselor bisnis.

 

  1. Skim Pembiayaan Usaha Anggota (SPUA), diperuntukkan bagi anggota dengan usaha sektor riil. Dengan ketentuan pokok dan bagi hasil pembiayaan diangsur 100% secara mingguan sesuai aqad pembiayaan. Nilai maksimal pembiayaan sebesar Rp 10.000.000,- dan aqad yang digunakan Ijarah/Murabahah .
  2. Skim Pembiayaan Usaha Plus Anggota (SPUA Plus), diperuntukkan bagi anggota dengan skala usaha yang lebih besar dan nilai pembiayaan di atas Rp 10.000.000,-, dengan ketentuan keanggotan minimal 1 tahun dan aqad yang digunakan Ijarah / Murabahah.

 

Penyaluran Pembiayaan dilakukan setelah memenuhi persyaratan berikut :

  1. Membuat proposal pengajuan pembiayaan meliputi : Mengisi formulir pengajuan pembiayaan; Profile, sejarah, prospek, persaingan, kendala, susunan pengelola dan jumlah karyawan;
  2. Surat pernyataan kesanggupan membayar angsuran (ditandatangani suami-istri);
  3. Surat pernyataan bersedia membuat pembukuan usaha (terlebih dahulu mendapat pelatihan dari Koperasi AWJ);
  4. Memiliki simpanan wajib dan simpanan lain minimal 40 % dari nilai persetujuan pembiayaan;
  5. Taat dan patuh terhadap peraturan yang berlaku.

 

 

Pembiayaan Investasi, anggota yang sudah masuk pada skala ini adalah anggota yang dapat dikatakan sudah mendapatkan pembinaan secara baik. Anggota sadar tentang pentingnya berinvetasi. Beberapa produk yang masuk pada kategori pembiayaan ini antara lain :

 

  1. Skim Pembiayaan Renovasi Rumah, diperuntukkan bagi anggota yang ingin memperbaiki rumah, pengecatan, pembuatan ledeng dan sarana sanitasi air  dan nilai pembiayaan maksimal Rp 20.000.000,-, dengan ketentuan keanggotaan minimal 1 tahun dan aqad yang digunakan Istishna’.
  2. Skim Pembiayaan Pendidikan,  diperuntukkan bagi anggota yang ingin anak-anaknya mengikuti wajib belajar 12 tahun dan nilai pembiayaan maksimal sebesar Rp 10.000.000,-, dengan ketentuan keanggotan minimal 1 tahun dan aqad yang digunakan Ijarah (ujrah/upah).
  3. Skim Pembiayaan Umroh, diperuntukkan bagi anggota yang ingin melaksanakan ibadah umroh dan nilai pembiayaan maksimal sebesar                             Rp 20.000.000,-, dengan ketentuan keanggotan minimal 3 tahun dan aqad yang digunakan Wakalah Bil Ujroh dan memiliki uang muka sebesar                                 Rp 15.000.000,00.
  4. Skim Pembiayaan Rumah, Besaran Pembiayaan Maksimal Rp 85.000.000,00, dengan ketentuan keanggotan minimal 2 tahun, memiliki usaha yang layak, belum memiliki rumah yang layak huni, memiliki sebidang tanah minimal seluas 50m2 bersertifikat, tidak pernah mengalami keterlambatan angsuran, dan aqad yang digunakan Istishna'.

 

  1. WIZ atau Wakaf, Infak dan Zakat.
  1. Wakaf

Wakaf akan diperuntukkan pada pengelolaan wakaf produktif dengan membuat pasar atau sawah produktif. Setiap anggota bisa berwakaf dengan cara dicicil.

  1. Infak

Infak digunakan untuk untuk kegiatan sosial antara lain : bedah rumah dhuafa, santunan anggota, ambulans dan kegiatan pinjaman qord untuk anggota yang dalam pelatihan bisnis.

  1. Zakat

Zakat disalurkan kepada 8 asnaf yang membutuhkan. Perintah membayar zakat diwajibkan kepada setiap umat Islam yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari secara layak. Bagi muslim yang tidak mampu mencukupi biaya hidup, mereka tidak wajib membayar zakat, sebaliknya, mereka malah harus diberikan zakat.

Penerima zakat antara lain :

Fakir ialah orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit. Orang-orang ini tak memiliki penghasilan sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik. 

Miskin
Di atas fakir, ada orang-orang yang disebut miskin. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit. Penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu. 

Amil
Mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan. 

Mu'allaf
Orang yang  baru masuk Islam atau mu'allaf juga menjadi golongan yang berhak menerima zakat. Ini bertujuan agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya, Allah sebagai tuhan dan Muhammad sebagai rasulNya. 

Riqab / Memerdekakan Budak

Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.

Gharim (Orang yang Memiliki Hutang)

Gharim merupakan orang yang memiliki hutang. Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur. 

Fi Sabilillah

Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan masih banyak lagi. 

Ibnu Sabil

Ibnu Sabil disebut juga sebagai musaffir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan. 

 

Untuk dapat melaksanakan kegiatan WIZ ini maka koperasi akan bekerjasama dengan Yatim Mandiri dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). (Diah/Beritakoperasi).