KemenkopUKM Apresiasi Pembenahan Inkop Kartika TNI AD

KemenkopUKM Apresiasi Pembenahan Inkop Kartika TNI AD

Beritakoperasi,Jakarta – KemenkopUKM mengapresiasi pembenahan yang dilakukan oleh Induk Koperasi (Inkop) Kartika TNI AD. Hal itu, dinilai akan mendorong pengelolaan Inkop Kartika TNI AD semakin profesional untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Pembenahan yang dilakukan adalah menghentikan Usaha Simpan Pinjam dan mengembalikan Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, Simpanan Sukarela dan Simpanan lainnya kepada anggota. 

 “Siap membantu pengurus koperasi untuk menyusun rancang bangun pembenahan dan pengembangan Inkop Kartika TNI AD dari sisi kelembagaan dan usaha koperasi-koperasi yang ada di lingkungan TNI AD”, kata Ahmad Zabadi Deputi Perkoperasian KemenkopUKM

Telah disepakati pertemuan yang dilakukan antara Pejabat TNI AD dan para pengurus Inkop untuk menyusun rancang bangun pembenahan dan pengembangan di sisi kelembagaan dan usaha koperasi-koperasi di lingkungan TNI AD dan koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel (17/6/2021).

Adanya Inkop Kartika TNI AD  pada 25 Juli 1946 bertujuan untuk kesejahteraan anggotanya yaitu, prajurit TNI AD. Pembenahan tersebut dilakukan   untuk meningkatkan pelayanan kepada anggotanya dengan membuat program-program yang semakin memprioritaskan kepentingan anggotanya.

Kebijakan ini bertujuan untuk meminimalisir adanya potensi penarikan iuran-iuran yang dapat memberatkan anggota dan sistem keanggotaan Inkop Kartika TNI AD bersifat otomatis sesuai dengan surat perintah yang diterima sebagai anggota suatu satuan TNI AD.

Saat ini, sedang disusun Perubahan Anggaran Dasar bekerjasama dengan pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Rencananya Inkop Kartika TNI AD akan mengembangkan sayap usahanya di sektor riil, antara lain usaha perdagangan umum, ekspor impor, usaha produksi bidang pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perumahan, usaha jasa bidang perbankan, perkreditan, pergudangan, pendistribusian bahan energi dan usaha lainnya.

Ahmad Zabadi mengatakan, hal tersebut juga sejalan dengan kebijakan Bapak Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM yang mendorong koperasi-koperasi agar bergerak di sektor riil seperti perikanan, pertanian, kehutanan dan lain sebagainya. Diversifikasi usaha ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan anggota koperasi yang berbeda-beda latar belakang usaha maupun profesinya,

(IUR/Beritakoperasi)