Kemenkop-UKM Dukung UKM Rempah Untuk Ekspor

Kemenkop-UKM Dukung UKM Rempah Untuk Ekspor
Kemenkop-UKM Dukung UKM Rempah Untuk Ekspor

Beritakoperasi, Jakarta - Kemenkop-UKM melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Pengolahan Pangan. Ruang lingkup MoU tersebut adalah meningkatkan komitmen dan koordinasi dalam memfasilitasi Pembinaan dan Pendampingan serta Kemudahan penerbitan izin edar produk yang dikeluarkan oleh BPOM.

Penandatanganan MoU merupakan salah satu program Kementerian KUKM khususnya terkait dukungan terhadap pemberian izin edar bagi UMKM selain pengganti biaya kepengurusan izin edar produk dari BPOM, ujar Eddy Satriya Deputi Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM di talkshow BPOM.

Deputi Usaha Mikro terkait dengan Fasilitasi Pendaftaran Sertifikasi dan Izin Edar bagi Usaha Mikro, bagi skala  Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) menyelenggarakan penyuluhan keamanan pangan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan di Daerah sebagai salah satu syarat penting dalam mendapatkan SPP-IRT.

Selain itu, Deputi Usaha Mikro juga memfasilitasi pendaftaran sertifikasi halal dan sertifikasi merek dagang dari DJKI. Deputi Usaha Mikro menyediakan dana pengganti kepengurusan bagi pelaku usaha mikro sehingga tidak memberatkan para pelaku usaha mikro dalam memperoleh izin edar bagi produknya yang tetap disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran yang ada pada.

Untuk mendukung program Indonesia Spice Up The World KemenkopUKM turut serta mempersiapkan UKM rempah di berbagai daerah. Saat ini telah disusun strategi dan rencana aksi untuk percepatan terealisasinya program tersebut dengan melakukan identifikasi dan pemetaan terhadap rempah-rempah Indonesia. 

“Sejumlah UKM komoditas rempah dipetakan, seperti jahe, kunyit, kapulaga, pala, dan cengkih.  Pelaku UKM rempah ini akan dikurasi untuk mempersiapkan pelaku usaha bermitra dengan buyer atau restoran di luar negeri,” kata Eddy dalam talkshow bertajuk  Badan POM mendukung Indonesia Spice Up the World Mendorong UMKM Go Ekspor, Selasa (22/06/2021). 

KemenkopUKM melakukan pendampingan melalui pengembangan rumah produksi bersama komoditas  jahe di Kalimantan Timur, kelapa di Sulawesi Utara untuk meningkatkan produktivitas,

Selain itu, Kemenkop-UKM juga melakukan pemanfaatan lahan perhutanan sosial dalam pengembangan komoditas rempah melalui pengelolaan koperasi sebagai offtaker dan melakukan pendampingan Packaging, Quality Control, Prosedur Export (Perizinan, Sertifikasi), Pelatihan ekspor. 

Pemerintah telah mempersiapkan keikutsertaan dalam Dubai Expo 2020 dengan menyeleksi UKM rempah potensial yang memiliki standarisasi global dan mampu memperluas akses pasar Timur Tengah. Dengan mengikuti Dubai Expo dapat memperluas pasar rempah Indonesia di pasar global. Karena akan mempertemukan UKM rempah yang di kurasi dan pendampingan oleh buyer potential di kawasan Timur Tengah.  

KemenkopUKM  telah memfasilitasi 74 UKM rempah  dari 12 provinsi (Aceh, Bali, Banten, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Babel, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara).

(IUR/Beritakoperasi)