Inilah Cara Agar UMKM Go Ekspor

Inilah Cara Agar UMKM Go Ekspor

Beritakoperasi, Jakarta-Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyelenggarakan Coaching Program for New Exporters (CPNE) untuk membimbing pelaku usaha kecil untuk berkembang dan berorientasi ekspor. CPNE adalah pelayanan jasa konsultasi, pelatihan ekspor bagi UMKM rintisan ekspor dan membantu pengusaha UMKM menuju pasar global.

LPEI membantu membukakan akses pasar melalui global marketplace dan pameran secara offline maupun virtual, serta melakukan pengembangan community development melalui program Desa Devisa.

LPEI telah memiliki lebih dari 2.200 UKM mitra binaan, 353 produk UKM  diposting di global marketplace, 60 eksportir baru, dan 2 Desa Devisa.

"Pencapaian ini merupakan wujud pelaksanaan LPEI untuk meningkatkan ekspor nasional, membantu pemulihan ekonomi nasional, dan meningkatkan kapasitas UKM di daerah agar dapat melakukan kegiatan ekspor dan memasarkan produknya ke pasar global. Selain itu pengembangan kapasitas UKM yang dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan bagi UKM berorientasi ekspor," ujar Direktur Eksekutif LPEI, D. James Rompas .

Program CPNE ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan selama satu tahun bagi UMKM berorientasi ekspor yang telah melaui penjaringan dan seleksi oleh LPEI.

UMKM diberikan modul pelatihan mengenai tata cara ekspor, penyusunan laporan keuangan, legalitas dan sertifikasi ekspor serta ikut kegiatan pameran ekspor.

Pelatihan diikuti 25 UMKM asal Sumatera Utara dari berbagai UMKM yang mengelola usaha seperti usaha rempah, hasil perkebunan kopi, produk kelapa dan turunannya serta produk makanan minuman.

"Saya ingin kopi dari Sumatera Utara tidak hanya dikonsumsi di Indonesia atau Medan saja, tetapi bisa dinikmati di luar negeri. Saya tahu bahwa ini tidak mudah tetapi saya yakin kita mampu," ujar Darwis Harahap salaha satu peserta Program CPNE.

Wakil Gubernur Medan, Musa Rajekshah, mengapresiasi segala bentuk inisiatif untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Medan.

"Pelatihan CPNE ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM yang ada di Medan agar dapat bersaing di pasar global. Mengingat bahwa kita telah memiliki potensi dari sumber daya alam maupun manusia, seharusnya upaya-upaya positif seperti ini harus kita dukung. Karena hasilnya nanti akan kembali ke para pelaku UMKM dan masyarakat Medan," ucap Rajekshah.

Pelatihan CPNE ini diharapkan menjadi awal baik untuk peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku UKM di Wilayah Sumatera Utara, sehingga keinginan para pelaku UMKM untuk bisa ekspor dapat segera terwujud.

(DETIK)

(IUR/Beritakoperasi)