Holding Company Koperasi Untuk Membangun UMKM Indonesia

Holding Company Koperasi Untuk Membangun UMKM Indonesia

Beritakoperasi, Jakarta – Kementrian Koperasi dan UKM terus melakukan dorongan kepada para pelaku koperasi simpan pinjam (KSP) dalam membentuk holding company dengan cara spin off atau pemekaran usaha. Pemekaran Lembaga dilakukan dengan cara membangun satu koperasi sektor riil oleh KSP sebagai jangkar.

Upaya ini dalam rangka meningkatkan nilai Promosi Ekonomi Anggota koperasi yang Sebagian besar adalah pelaku usaha dalam skala usaha mikro dan kecil (UMK).

“Koperasi atau KSP membentuk holding company dengan model close loop economy. Kebutuhan modal disediaakan oleh KSP sedangkan kapasitas produksi ditangani oleh koperasi produsen dan pemasarannya oleh koperasi pemasaran. Dengan cara seperti ini anggota yang Sebagian besar pelaku usaha mikro dan kecil tersebut dapat menerima layanan dan minat optimum dari koperasi,” Kata Deputi Bidang Perkoperasiaan KemenKopUKM Ahmad Zabadi, Senin (28/06/2021).

Di lain sisi untuk mewujudkan Holding company koperasi di Indonesia, KemenKopUKM telah membuat beberapa proyek pelopor yang modelnya seperti koperasi CU keeling kumang di Kalimantan Barat, Koperasi Kopkun di Banyumas, Benteng Mikro Indonesia di Tanggerang dan lainnya. Dengan pendekatan ini kementrian Koperasi dan UKM menargetkan usaha dan produk rakyat bisa tumbuh dan naik kelas.

Di sisi lain, zabadi mengatakan KemenKopUKM melalui Lembaga pengelola Dana bergulir (LPDB-KUMKM) juga menyiapkan akses modal murah bagi koperasi khususnya kepada koperasi sektor riil.

Kementrian Koperasi dan uKM sedang mengupayakan dana kelolaan LPDB-KUMKM naik 5 kali lipat, dari Rp 2 triliun agar naik menjadi Rp 10 triliun.

Dengan cari ini , kementrian koperasi dan UKM menjamin negara hadir melalui pendekatan dan instrument yang tepat.

“Meski demikian karena keterbatasan sumberdaya belum semua koperasi serta UMKM bisa menikmati fasilitas pembiayaaan murah tersebut. Sehingga butuh gotong royong Lembaga lain seperti BPR, LKM, BRI, Pegadaian, PNM, yang selama ini concern di UMKM,” Kata Zabadi.

Terlebih dalam situasi pandemic membutuhkan pemulihan ekonomi yang cepat. Data per 2020 memperlihatkan karakteristik koperasi di Indonesia didominasi oleh konsumen 57%, Koperasi Produsen 20%, Simpan Pinjam 14%, Jasa 6% dan Pemasaran 3%.

Dengan pendekatan holding company, KemenkopUKM menargetkan koperasi sektor produksi dan pemasaran tumbuh signifikan. Sebab dua factor itu yang hari ini sangat dibutuhkan UMKM.

(hdl/Beritakoperasi)