Holding Bisnis Pesantren Sebagai Penguat Ekonomi Syariah Pesantren

Holding Bisnis Pesantren Sebagai Penguat Ekonomi Syariah Pesantren

BeritaKoperasi, Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan membentuk holding himpunan ekonomi bisnis pesantren (Hebitren). Hal itu bertujuan  untuk memberdayakan aktivitas ekonomi Syariah di lingkup pesantren.

Deputi Gurbenur Senir BI, Destry Damayanti mengatakan holding tersebut merupakan gabungan unit usaha dalam membentuk koperasi di banyak pesantren yang tersebar dalam wilayah yang berdekatan.

“Aktivitas ekonomi di pesantren sebenarnya suah dimulai lama, tapi belum optimal. Oleh karena itu dari kami berdayakan pesantren dengan pembentukan Habitren, menjadi prioritas untuk dikembangkkan ke depannya,” kata Destry dalam seminar nasional ekonomi dan keuangan Syariah secara virtual.

Upaya pembentukan Habitren dinilai sejaan dengan Langkah BI untuk memperkuat implementasi kebijakan peningkatan korporatisasi dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk unit Syariah di pesantren.

“Dengan pembentukan Holding ini bukan saja menjadi aktivitas ekonomi pesantren semakin besar, tetapi juga punya bargaining power yang kuat, khususnya dalam penentuan harga,” Kata Destry.

Melalui Holding tersebut Destry berharap akan meningkatkan akses keuangan dan pembiyaan, termaasuk peningkatan akses pasar dan tata Kelola di pesantren.

“Holding pesantren diharapkan dapat berkontribusi aktif melalui pengembangan usaha Syariah dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemic,” ujar Destry.

Berdasarkan Datanya, bahwa ada 27.722 pesantren dan 4 juta santri yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini membuatnya yankin pesantren dapat menjaji kekuatan strategis dan pemain kunci dalam industri halal gunna mendukun perekonomian nasional.

“Pesantren menjadi kekuatan yang strategis untuk menjadi pemain kunci industri halal untuk mendukung ekonomi nasional,” Tambahnya.

(hdl/Beritakoperasi)