Allah Berikan Kesehatan Sebagai Ujian, Mampukah Kita Bersyukur?

Tema kita kali ini adalah tentang nikmat bersyukur terkait dengan nikmat sehat yang telah kita rasakan. Kita bersyukur karena Allah telah memberi nikmat sehat. Tidak banyak manusia yang sadar dan mau bersyukur karena dapat melihat. Kebanyakan manusia baru menyadari nikmat tersebut ketika penglihatannya terganggu.

Allah Berikan Kesehatan Sebagai Ujian, Mampukah Kita Bersyukur?

 

Tauziah  Rabu Pagi , 8 September 2021 | 30 Muharram 1443 H

Beritakoperasi, Jakarta – Tema kita kali ini adalah tentang nikmat bersyukur terkait dengan nikmat sehat yang telah kita rasakan. Kita bersyukur karena Allah telah memberi nikmat sehat. Tidak banyak manusia yang sadar dan mau bersyukur karena dapat melihat. Kebanyakan manusia baru menyadari nikmat tersebut ketika penglihatannya terganggu, kemudian harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk pengobatan.

Tidak banyak manusia yang sadar dan mau bersyukur kepada Allah karena dapat berjalan. Tidak banyak manusia yang menyadari nikmat tersebut kecuali ketika kakinya patah dan membutuhkan tongkat untuk membantu melangkahkan kakinya. Memang, kebanyakan manusia tidak menyadari adanya nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya kecuali jika nikmat itu telah diambil oleh Sang Pemberi. Padahal dalam Surah Ibrahim ayat 7, Allah SWT telah berjanji akan menambah nikmat bagi hambanya yang bersyukur.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

 

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim : 7)

 

Bersyukur adalah memberikan pujian kepada orang yang telah membantu kita dalam menggapai kebahagiaan. Bersyukur kepada Allah berarti memuji-Nya dengan pujian yang paling baik karena Dia telah menganugerahkan kepada kita nikmat. Bersyukur dapat dilakukan dengan lisan atau perbuatan. Bahkan bersyukur kepada Allah harus dilakukan dengan lisan, hati dan perbuatan sekaligus.

Bersyukur dengan lisan berarti mengungkapkan dengan lisan bahwa segala puji dan sanjungan hanya milik Allah. Bersyukur dengan hati berarti mengakui dalam hati bahwa segala nikmat yang kita rasakan, semuanya adalah atas pemberian dari Allah swt., bukan karena kepintaran dan kepiawaian kita dalam berusaha. Bersyukur dengan perbuatan adalah menggunakan dan menyalurkan nikmat yang kita peroleh kepada hal-hal yang diperkenankan dan diridhai oleh Allah swt.

Bersyukur, sesungguhnya bukan karena manusia mendapatkan kenikmatan semata. Namun, ketika manusia dapat terhindar dari bahaya, selamat dari musibah, atau bahaya yang menimpanya tidak terlalu parah, maka sebenarnya hal tersebut juga perlu disyukuri. Sebagai contoh, musibah pandemi Covid -19 yang menimpa banyak manusia di muka bumi ini.

Mari bersyukur atas nikmat sehat yang telah Allah anugerahkan kepada kita! Syukur dengan memanfaatkan waktu kita untuk banyak berbuat baik (ibadah) dan tentu harus menjaga kesehatan dengan baik. Dengan dua hal ini maka, insyallah sehat akan menjadi bekal untuk selalu berbuat yang memberikan manfaat bagi orang lain. (Diah/Beritakoperasi.com)

 Salurkan infak/sedekah anda melalui rekening Koperasi Arbain Wukir Jalanidhi (Koperasi AWJ), no rekening Bank BRI 114501003402539, atau hubungi Info Layanan Koperasi AWJ pada nomor WA 081977815855.

Tim Tauziah Pagi :

  1. Haiban Hadjid, SP
  2. Sukatno, S.Ikom, M.Si
  3. Darul Mahbar, SE
  4. Laman Utomo, SE, MM
  5. Dr Marjuki Al Jawiy
  6. Dr Teddy Dirhamsyah
  7. Ocko Sunarko, Prawirodirejo, SH, MH
  8. Ilham Nasai, S.Sos
  9. Sularto, SE