Jakarta, Beritakoperasi – Koperasi Desa Merah Putih segera dikembangkan di 412 desa se-Kabupaten Garut. Deputi Pengebangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus meninjau langsung potensi usaha yang akan terintegrasi di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Panel berdiskusi dengan kepada desa dan pengurus koperasi di wilayah Garut Selatan. Ia melihat potensi ekonomi yang besar, terutama di sektor pariwisata, pertanian, dan peternakan.
Adapun beberapa komoditas unggulan seperti kentang, alpukat, kopi arabika, serta susu segar yang diproduksi dalam jumlah besar setiap hari.
“Di sini potensi ekonominya besar sekali. Ada pariwisata, ada kentang, alpukat, dan kopi arabicanya khas dan enak. Juga ada susu segar dengan ribuan sapi yang produksi puluhan ribu liter per hari,” kata Panel, Jumat (14/3/2025).
Selama kunjungan, Panel juga mendatangi beberapa lokasi usaha, seperti Kedai Kopi Aceng di Desa Kramatwangi, Wisata Alam Nangklak Jaya di Desa Sirna Jaya, serta peternakan sapi perah di Desa Balai Wangi.
Ia berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anggota koperasi untuk melihat perkembangan koperasi dan potensi ekonomi desa.
Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, Panel berharap dapat mendorong pemberdayaan ekonomi desa, meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat desa, memperkuat ketahanan pangan desa, dan pada akhirnya kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.
“Saat ini konsentrasi kami adalah mendorong Koperasi Desa Merah Putih menjadi topik perbincangan di level masyarakat desa, agar partisipasi dan ownership warga desa terbangun terhadap Kopdes ini,” jelas Panel.
Dalam kunjungannya, Panel Barus didampingi oleh Asisten Deputi Pengembangan Kemitraan Leonardi Pratama, Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Cecep Setiawan, serta Tenaga Ahli Menteri Benediktus Prasetyo dan Roysepta Abimanyu. (IT/Beritakoperasi)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.